(untuk sebuah inspirasi dan impian besar)
kumulai malam ini dengan suka cita
saat kantuk mencumbuiku
memelukku dengan dingin
menciumku dengan begitu bernafsu
memilih meninggalkan masa
yang selalu menawariku dengan tidur
menyuguhkan mimpi yang tak pernah aku tahu arahnya
oh… angin
jatuh pada dingin
bersandar pada dinding yang mulai rapuh
pada boneka-boneka malam
pada daun pintu yang tak pernah lelah
juga
pada selimut hangat
yang
memberiku waktu menata angan-angan
kumulai dengan begitu nikmat
memainkan jemari dia atas butir-butir hitam putih
kurangkai semangatku
untuk cinta, untuk sayang yang semakin rancu
semakin abu-abu
semakin hilang saja maknanya.
kumulai
menabur janjiku untuk hatiku
untuk hati yang lemah
untuk jiwa yang diguncang badai
untuk setiap lelah yang tiada pernah tertulis
pada lembaran hijau tua.
kumulai
dan kumulai mengakui pelabuhanku
mengakui tujuan arah angin
mengamini setiap do’a yang tercecer
dan kumulai
langkah untuk memulai
Soppeng, 28 Februari 2013_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar