Kamis, 28 Februari 2013

dan kumulai_


                          (untuk sebuah inspirasi dan impian besar)
kumulai malam ini dengan suka cita
saat kantuk mencumbuiku
memelukku dengan dingin
menciumku dengan begitu bernafsu

memilih meninggalkan masa
yang selalu menawariku dengan tidur
menyuguhkan mimpi yang tak pernah aku tahu arahnya

oh… angin
jatuh pada dingin
bersandar pada dinding yang mulai rapuh

pada boneka-boneka malam
pada daun pintu yang tak pernah lelah
juga pada selimut hangat
yang memberiku waktu menata angan-angan

kumulai dengan begitu nikmat
memainkan jemari dia atas butir-butir hitam putih

kurangkai semangatku
untuk cinta, untuk sayang yang semakin rancu
semakin abu-abu
semakin hilang saja maknanya.


kumulai
menabur janjiku untuk hatiku
untuk hati yang lemah
untuk jiwa yang diguncang badai
untuk setiap lelah yang tiada pernah tertulis
pada lembaran hijau tua.

kumulai
dan kumulai mengakui pelabuhanku
mengakui tujuan arah angin
mengamini setiap do’a yang tercecer

dan kumulai
langkah untuk memulai


                                                                                    Soppeng, 28 Februari 2013_

Sayang_


"Kudedikasikan untuk seluruh wanita, sosok yang selalu kuhormati, selalu kubanggakan, dan selalu nomor satu"

Jika datang waktunya. . .
Jodoh diletakkan di pangkuanmu,
diselipkan di hatimu
ditancapkan pada jantungmu
dan dililitkan pada jiwamu
maka apa lagi yang kau pikir ?

masihkah engkau menunda waktu ?
masihkah engkau berharap akan ada jodoh-jodoh lain
yang akan datang di kemudian hari.
masihkah engkau menunggu ?
tanpa pernah engkau sadari
musim menangisi keangkuhanmu
masa meratapi kesombonganmu
waktu menghujat segala kegelisahanmu

Sayang !!!
engkau adalah melati
engkau adalah mawar indah
engkau adalah bunga segala bunga

engkau begitu indah
engkau begitu mempesona
engkau memberi damai dan ketenangan

Sayang !!!
usai sudah kegelisahan
tamat sudah getir yang menusuk pikiranmu
ketika jodoh memilihmu

Bukankah Jodoh telah engkau nantikan sejak subuh buta
ketika embun masih memanjakan rumput
saat bintang timur masih terseyum manis
saat matahari masih malu menampakkan rona cerahnya

sungguh . . .
Bila jodoh telah datang
bukalah hatimu
buka pikiranmu
wahai sayang

sadarilah...
engkau butuh
engkau harus
engkau pantas
engkau layak
engkau dipilih
engkau beruntung
engkau indah
engkau cantik
engkau bisa
engkau mampu
engkau cinta

maka engkau tak layak menolak jodohmu

bukankah puncak gelisah telah engkau lalui ?
bukankah puncak rindu telah engkau daki ?
bukankah puncak getir telah engkau jajaki?

tidakkah engkau lelah ?

maka waktunya engkau istirahat
sandarkan tubuhmu pada jodoh
ia punya bahu untuk kepalamu bersandar.
ia punya mata untuk melihat keadaanmu
ia punya telinga untuk mendengar keluh kesahmu
ia punya tangan untuk mengusap air matamu
ia punya kaki untuk mengajakmu melangkah beriringan
ia punya bibir untuk menemanimu bercerita
tentang suka
tentang duka
tentang bahagia
tentang derita
tentang masa depanmu

sayang !!!
jangan lagi engkau menolak
cukuplah keangkuhanmu
sudahi kesombonganmu
ini bukan tentang cerita dongeng
ini bukan legenda
ini juga bukan kisah mendayu-dayu dalam novel asmara
ini adalah Jodoh_

sayang !!!
engkau begitu indah
engkau sangat mengagumkan
engkau sungguh mempesona
maka begitu sempurna ketika jodoh memilihmu
yang akan mengajarimu tentang indah yang sesungguhnya
tentang kekaguman yang sebenarnya
tentang pesona yang sejati
sayang
janganlah engkau berlari
ia tidak mengejarmu
ia hanya memilihmu
ia tidak menakutimu
ia ingin menenangkanmu
ia tidak menyakitimi
ia ingin mengobati lukamu
ia tidak membuatmu menderita
ia ingin membahagiakanmu

maka terimalah niat suci dengan segala kerendahan hati

sayang !!!
Selamat Berbahagia untukmu yang telah berjodoh,

Selamat berjodoh untukmu yang telah dipilihnya

dan. . .
semoga berjodoh untukmu yang masih gelisah !!!
Amin Ya Rabbal Alamin !!!

                                                                                                                   Soppeng, 14 Februari 2013_